InfoJabar.id – INDRAMAYU
Dugaan aktivitas rumah produksi petasan di Desa Lobener, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, kembali memicu gelombang keresahan. Setelah insiden ledakan hebat yang sempat mengguncang lingkungan, muncul kabar bahwa aktivitas tersebut belum sepenuhnya berhenti.
Ledakan sebelumnya menjadi bukti nyata betapa berbahayanya produksi petasan di tengah permukiman padat. Dentuman keras, kepanikan warga, hingga potensi korban jiwa dan kerusakan rumah menjadi catatan serius yang tidak bisa diabaikan.
Jika benar aktivitas masih berjalan, maka ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan ancaman langsung terhadap keselamatan publik. Situasi ini menuntut respons cepat dan tegas dari aparat penegak hukum, bukan sekadar pemantauan pasif.
Masyarakat kini mempertanyakan sejauh mana langkah konkret yang sudah dilakukan. Penelusuran menyeluruh, penyitaan bahan berbahaya, hingga proses hukum yang transparan dinilai menjadi langkah minimal yang harus segera dilakukan.
Pembiaran terhadap aktivitas berisiko tinggi seperti ini hanya akan memperbesar potensi tragedi berikutnya. Aparat tidak boleh menunggu ledakan kedua untuk bertindak lebih keras.
Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu. Keselamatan warga Desa Lobener harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan apa pun. Ketegasan aparat akan menjadi penentu apakah wilayah tersebut benar-benar aman atau justru terus berada dalam bayang-bayang ancaman.
Kini publik menanti langkah nyata, bukan sekadar pernyataan normatif. Kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dipertaruhkan dalam penanganan persoalan ini.









